4 Tanaman yang Dianggap Remeh namun Kaya Manfaat Kesehatan, Simak!

Kalian pernah tahu eggak? Dulu nenek moyang kita sebelum mengenal pengobatan modern, mereka ternyata sudah memiliki cara pengobatan juga loo! Yakni pengobatan tradisional. Mereka bertumpu pada tanaman-tanaman yang biasa tumbuh liar di ladang, di halaman rumah, di pinggiran jalan, atau mungkin di selokan. Tanaman-tanaman tersebut bahkan sering kita anggap tanaman pengganggu lo.

Mereka dicabut, disapu, dibakar, atau disemprot menggunakan racun tanpa ditanya namanya. Yang lebih tragis lagi mereka semua diberi cap rendah: gulma, pengganggu, atau tidak berguna. Ini disebabkan karena tanaman-tanaman tersebut tidak ditaman dengan sengaja atau kalau dalam istilah masa kini tanaman budidaya. Kira-kira tanaman yang selama ini kita anggap remeh namun kaya akan manfaat kesehatannya itu apa saja ya? Simak penjelasannya!

  1. Krokot

Krokot atau dalam bahasa ilmiah Portulaca Oleracea L merupakan tanaman yang masuk ke dalam suku Portulacaceae  ia biasa hidup di daerah tropis dan daerah bermusim empat. Terdapat sekitar 40-100 spesies yang sudah ditemukan di iklim-iklim tersebut. Kalau kita hidup di pedesaan tentu untuk menemukan tanaman ini begitu mudah. Ia biasa hidup di area pertanian dan tempat-tempat terganggu lainnya, krokot juga bisa tumbuh subur di tempat kering, bahkan krokot juga mampu bersaing dengan baik di area atau kondisi irigasi. Nah manfaat tanaman krokot ini untuk kesehatan adalah:

Pertama, sebagai sumber antioksidan dan anti-inflamasi. Berdasarkan penelitian dari tim PKM UGM menjelaskan, bahwa ekstrak tanaman krokot mengandung senyawa folenik seperti asam galat yang mampu menjaga ginjal dari kerusakan ginjal pada pasien yang mengalami gagal ginjal kronis. Kandungan inilah yang nantinya akan menghambat proses oksidatif yang merusak jaringan ginjal.

Kedua, mampu menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan sumber yang diambil dari situs resmi yang dibina oleh KEMENKES, yakni Halodoc dijelaskan, bahwa tanaman krokot memiliki kandungan Asam Lemak Omega 3 tingkat tinggi, kandungan ini mampu mengurangi jumlah kolesterol LDL dalam tubuh. Dijelaskan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis sehingga ha inilah yang kemudian mampu dan terbukti mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

  1. Rumput Belulang (Alang-alang)

Rumput belulang atau kalau dalam istilah orang Jawa Alang-alang yang dalam nama ilmiahnya adalah Eleucine Indica rumput ini biasa dijadikan sebagai bahan makanan ternak. Tumbuhan ini atau rumput belulang ini masuk ke dalam suku Poaceae yaitu suku rumput-rumputan. Tanaman ini umumnya hidup di iklim tropis dan subtropis, ia tersebar ke seluruh dunia yang masuk ke dalam iklim tersebut. Rumput belulang juga memiliki cara adaptasi yang sangat baiki, ia  tidak mudah mati, bahkan saking kuatnya ia sering dianggap gulma berbahaya, karena dapat tumbuh dan hidup di hamper semua tanah, termasuk tanah tandus dan sepanjang jalan.

Manfaat utama dari rumput belulang adalah mampu mengatasi masalah pencernaan. Dilansir dari TBNews rumput belulang memiliki sifat depuratif, diuretik, dan astrigen. Sifat-sifat tersebutlah yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, seperti masalah buang air kecil dan termasuk radang kandung kemih.

Selain itu, dilansir dari situs resmi yang dibina KEMENKES, yakni Halodoc rumput belulang juga mampu membantu mengatasi bisul, bahkan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang terdapat di dalam rumput belulang sangat efektif mendukung terapi penyakit mengerikan, sepeti HIV/AIDS dan juga mampu meredakan dermatitis kontak.

  1. Rumput Bandotan

Rumput bandotan atau sering disebut rumput wedusan adalah jenis rumput gulma yang nama ilmiah Ageratum Conyzoides yang masuk ke dalam anggota suku Asteraceae. Tanaman semusim ini berasal dari Amerika Tropis, khususnya Brasil, namun tanaman ini juga telah lama masuk dan meliar di Wilayah Nusantara. Ia biasa kita jumpai di persawahan, pertanian, dan mungkin di depan rumah.

Menggugat Kurikulum Merdeka

Manfaat dari rumput bandotan ini adalah sebagai anti-inflamasi dan penyembuhan luka. Dalam situs Halodoc dijelaskan, bahwa rumput bandotan dalam pengobatan tradisional sering digunakan sebagai obat oles untuk menyembuhkan luka. Hal ini didasarkan pada kandunga penting yang terdapat di dalam rumput bandotan, yakni kandungan saponin dan flavonoid yang mampu merangsang pertumbuhan jaringan baru dan mencegah infeksi.

  1. Rumput Patikan Kebo

Rumput patikan kebo yang kadang disebut tanaman asma memiliki nama ilmiah Euphorbia Hirta tanaman tegak dengan batang yang lunak. Tanaman ini sering kita jumpai di tepi-tepi jalan. Manfaat kesehatan dalam tanaman patikan kebo ini adalah mampu mengatasi masalah pernapasan.

Masih berdasarkan situs Halodoc dijelaskan bahwa patikan kebo megandung quercetin yang mampu mengurangi ketegangan otot pernapasan, sehingga mampu meredakan asma, batuk, dan bronkritis. Bahkan dilansir dari Wikipedia tanaman patikan kebo oleh orang-orang Filipina digunakan sebagai obat demam berdarah loo meskipun belum ada bukti ilmiah tentang hal ini, namun orang-orang Filipina sudah banyak yang memanfaatkannya.

Deimikian beberapa manfaat kesehatan dari tanaman yang sering kita anggap remeh dan mengganggu tersebut. Pada akhirnya seolah tanaman-tanaman ini mengingatkan bahwa alam bekerja tanpa perlu pengakuan dari manusia. Hehe semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *