Kalian pernah dengar eggak, bahwa oksigen yang kita hirup saat ini dulunya adalah racun yang mematikan bagi kehidupan purba?.
suroyaproject.com-Ketika bumi masih muda, yakni sekitar 4 miliar tahun lalu, bumi bukan lah tenpat yang aman dan nyaman seperti sekarang ini. Ia masih belum berwarna biru yang layak disebut rumah. Sebaliknya, ia berwarna kelabu kemerahan, diselimuti dengan gas beracun, seperti karbon dioksida, metana, ammonia, dan uap belerang. Pada masa itu tidak ada oksigen bebas seperti saat ini, andai manusia hidup pada masa itu kemungkinan besar yang terjadi adalah kematian dalam hitungan detik atau malah terbakar terlebih dahulu.
Tidak ada tempat yang cocok untuk kehidupan. Bumi masih muda dan liar, ia dikelilingi oleh lautan magma, gunung berapi aktif dimana-mana yang memuntahkan lava panas tanpa henti. Daratan pun masih belum seperti saat ini, ia masih sedikit, terpecah-pecah, kasar, dan panas. Di situ tidak dikenal tanah subur, apalagi rumput-rumput hijau, melainkan yang ada hanyalah batu hitam, merah menyala, dan sebuah retakan yang mengeluarkan panas dari perut bumi.
Tidak berhenti di daratan saja, situasi yang sama mengerikannya juga ada di udara, dimana hujan meteor dan asteroid masih menjadi pemandangan yang mengerikan setiap harinya. Bumi layaknya sasaran tembak kosmik. Setiap asteroid maupun meteorid itu jatuh, maka akan dengan mudah mengubah bentuk permukaan planet. Lautan bisa menguap kapan saja, lalu terbentuk kembali.
Untuk Ibu: Jejak yang Tak Pernah Hilang
Selain itu, bumi 4 miliar tahun lalu selalu diguyur hujan selama jutaan tahun, bukan hujan biasa seperti saat ini, melainkan hujan panas yang membantu mendinginkan permukaan. Uap air mengembun membentuk samudra purba. Air pada saat itu tidak jernih seperti sekarang, melainkan ia berwarna gelap, asam, dan penuh mineral. Tapi para sejarawan mencatat dibalik gejolak mengerikan itu, ternyata itulah cikal bakal munculnya kehidupan pertama. Para sejarawan menyebutnya bengkel kosmik.
Meskipun begitu, fakta menariknya adalah, bagaimana oksigen yang menjadi penopang kehidupan di bumi justru menjadi racun pada saat itu? Ini penjelasannya
Kondisi bumi pada 4 miliar tahun keadaan atmosfernya hampir tidak mengandung oksigen (O₂), melainkan yang paling dominan adalah metana (CH₄), amonia (NH₃), karbon dioksida (CO₂), dan hidrogen sulfida (H₂S). bumi pada saat itu dihuni oleh bakteri purba/arkaea, yakni bakteri yang hidup tanpa oksigen yang disebut organisme anaerob dimana metabolisme mereka tidaklah dirancang untuk menghadapi oksigen.
Kenapa kemudian oksigen beracun pada saat itu? Karena secara kimia oksigen sangat reaktif, mudah membentuk radikal bebas. Nah radikal bebas inilah yang kemudian merusak DNA, protein, dan membran sel. Bagi organisme purba yang tidak memiliki enzim pelindung, oksigen ibarat zat perusak sel dimana oksigen menyebabkan stress oksidatif kematian. Kalau gambarannya untuk kehidupan modern adalah oksigen bagi makhluk purba layaknya racun kimia bagi manusia.
Nah tadi dijelaskan bahwa bumi hampir tidak mengandung oksigen (O₂) kalau begitu darimana munculnya oksigen tersebut? Jawabannya ada pada sekitar 2,7 miliar tahun lalu pada saat munculnya makhluk kecil revolusioner, yakni Cyanobacteria. Ia melakukan fotosintesis, menghasilkan oksigen sebagai limbah, dan hidup di laut dangkal. Gambaran sederhananya seperti ini:
CO₂ ₊ cahaya makanan ₊ O₂ (oksigen)
Pada mulanya oksigen bereaksi langsung dengan besi di laut, membentuk endapan besi merah. Setelah besi habis, maka selanjutnya terjadi penumpukan oksigen di atmosfer. Peristiwa ini kemudian disebut Great Oxidation Even. Lalu apa dampak bagi kehidupan purba saat itu?
Dampak besarnya adalah, banyak organisme anaerob mengalami kepunahan massal, oksigen benar-benar menjadi racun global, dan ini adalah merupakan salah satu kepunahan terbesar di dalam sejarah bumi.
Terimakasih semoga bermanfaat.


🤔🤔🤔🤔🤔🤔